Virus Hoax Menghantui Negeri. Apa Solusinya?

Ilustrasi Hoax
Ilustrasi Hoax

Oleh : Novida Balqis Fitria Alfiani

Lagi-lagi kejadian hebohmengundang banyak tanya terjadidi negeri ini. Setelah kabar ribuanKTP tercecer di berbagai daerah dan kotak pemilu dari kardus, kali ini heboh kabar mengenai datangnya 7 kontainer membawa surat suara yang seluruhnya dalam kondisi tercoblos pasangan nomor 1. Kabar tersebut menjadi heboh ketika Andi Arief meng-uploadcuitan mengenai hal tersebut di akun twitternya.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar,” ujar Andi Arief di akun twitternya @AndiArief_ yang tak lama kemudian dihapus, Rabu (2/1). (tribunnews.com, 5/1/2019).

Dari pernyataan diatas, Andi Arief ingin KPU mengecek keberadaan 7 kontainer. Apakah benar-benar ada ataukah tidak. Dari pernyataan Andi Arief tersebut, membuat netizen heboh. Hingga menyebabkan penangkapan 2 pihak terduga penyebarhoax oleh polisi.

Dilansir dari tribunnews.com (5/1/2019), Polisi menangkap 2 orang sebagai tersangka dalam kasus penyabaranhoax 7 kontainer surat suara yang telah dicoblos. Kedua tersangka yang berinisial HY dan LS diduga berperan dalam memviralkan kabar hoax tersebut.

KPU pun juga melapor kasus tersebut ke Bareskrim Polri atas kejadian hoax tersebut. Dan sikap KPU didukung oleh Mantan Komisioner KPU periode 2012-2017, Sigit Pamungkas.

“Itu bisa dibenarkan karena mengganggu. Isu yang di luar KPU itu mengganggu tugas penyelenggaraan pemilu. Kewenangan otoritas untuk memproduksi perlengkapan logistik pemilu itu menjadi tidak percaya pada mereka atas isu itu,” ujar Sigit usai menjadi pembicara diskusi, di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1). (kumparan.com, 5/1/2019)

Dari pernyataan Sigit diatas, ia menganggap isu hoax yang beredar ini akan memperburuk kepercayaan masyarakat pada KPU dalam penyelenggaraan pemilu 2019 ini. Sehingga pihak polisi segera menangkap 2 orang terduga kasus penyebaran hoaxtersebut. Hal ini menandakan, bahwa pemerintah berusaha memberantas hoax di lingkungan masyarakat. Namun, benarkah kasus hoax ini benar-benar diberantas oleh pemerintah negeri ini?

BACA JUGA :   Yasin-PPWI-Gambatte Kembali Berhasil Mengirimkan 4 Calon Siswa Magang Jepang

Lalu, bagaimana hoax yang selalu dibuat penguasa pada rakyat negeri ini? Apakah juga diberantas dengan baik, hoax yang yang disebarkan oleh penguasa? Hoax manakah yang berbahaya? Hoax dari penguasa, ataukahhoax yang seolah dari rakyat?

Pada faktanya, penguasa selalu membuat hoax terus-menerus dan tidak pernah ditindak oleh hukum. Misalnya, presiden yang saat ini berkuasa, pernah mengutarakan janji-janji sebelum ia terpilih menjadi presiden. Namun saat ini, janji yang pernah diutarakan tersebut tidak terbukti. Ada 66 janji yang tidak terealisasi, bahkan sampai masa pemerintahannya berakhir. Sungguh itulahhoax yang nyata. Dan sangat merugikan masyarakat.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co