Warga Asing Mulai “Keliaran” di Bombana

Lenterasultra.com-(BOMBANA)-Maraknya kegiatan usaha pertambangan di Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara, baik tambang emas, maupun nikel membuat sejumlah Warga Negera Asing (WNA) tertarik masuk. Hingga kini banyak WNA yang mulai berkeliaran di daerah tersebut.

Mulai terlihat sejak awal 2016 ini. Sejumlah WNA tersebut nampak berkeliaran di dua kecamatan yakni Rumbia dan Kabaena, basis potensi pertambangan di Bombana.

Khususnya di daratan Rumbia, para WNA ini menyisir masuk ke wilayah pertambangan emas. Diyakini sasarannya untuk memantau potensi pertambangan di daerah itu.

Hingga saat ini legalitas dokumen para WNI belum diketahui pasti. Berdasarkan informasi para WNA ini hanya mengantongi visa kunjungan wisata yang berlaku hanya beberapa bulan saja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kesejahteraan Sosial (Nakertrans dan Kesos) Kabupaten Bombana, Drs H Muh Yunus Harisah didampingi Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Hj Hayani SSt membenarkan hal tersebut.

Kata dia, memasuki tahun 2016 ini, memang banyak WNA yang melaporkan kedatangannya di Bombana.

“Menurut informasi ada beberapa orang warga asing yang datang, tapi baru tiga yang datang melaporkan kedatangannya. Alasannya hanya berwisata di wilayah tambang emas Desa Raurau, tapi berbeda di wilayah Kabaena hingga kini belum satupun WNA yang melapor keberadaannya,” paparnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/3/2016).

Ia mengaku, dalam waktu dekat ini akan turun langsung ke kabaena untuk mendata para WNA tersebut.

Sementara, Direktur eksekutif Jaringan Advokasi Kebijakan Publik (JARAK) Bombana Muh Anis mengkritik kinerja intansi terkait. Menurutnya, dinas ini  harus proaktif melakukan pengawasan terhadap WNA yang masuk di wilayah Bombana.

Karena hal ini penting dilakukan agar segala aktifitas yang dilakukan oleh WNA di daerah itu dapat diketahui secara jelas.

BACA JUGA :   Bumdes Pengaruhi Perkembangan Ekonomi di Polipoia, Koltim

“Di tahun 2015 yang lalu, ada juga beberapa WNA yang datang melakukan aktifitas usaha pemurnian emas.  Dan Saya menduga kuat dilakukan secara ilegal di kawasan pemukiman penduduk, di wilayah ibukota lagi,”ujarnya.

Dan hal ini, tambah dia, harus menjadi pelajaran bagi semua stakeholder agar hal yang sama tidak terulang kembali.

“Harus ada pengawasan ekstra ketat dari instansi terkait. Ini dilakukan guna menghindari terjadinya hal-hal yang dapat merugikan masyarakat,” tukasnya.

Penulis: Arief Rachman

Editor: Redaksi

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co