Yaman Mencengkam, Khilafah Solusinya

Oleh: Sitti Sarni, S.P

(Founder Komunitas Pejuang Islam)

OPINI : Akhir-akhir ini di media sosial diramaikan dengan berita muslim di Yaman yang mengalami kelaparan, seperti yang dilansir Saraamedia. Menurut angka PBB, sekitar 85.000 anak-anak Yaman yang berusia kurang dari lima tahun telah meninggal karena kekurangan gizi sejak konflik di Yaman bermula pada 2015.

Menurut data PBB, ketika konflik memasuki tahun keempat, sekitar 14 juta orang di Yaman – kira-kira setengah dari total penduduk negara itu – beresiko kelaparan.Sekitar 85.000 anak-anak di bawah usia lima tahun mungkin telah meninggal karena kekurangan gizi akut selama tiga tahun terakhir uangkap Save The children yang berbasis di Inggris.

Save the Children menambahkan“Jumlah ini setara dengan seluruh populasi balita di kota Birmingham terbesar kedua di Inggris,’’. Bulan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa sekitar 14 juta warga Yaman berada di ambang kelaparan.

“Dalam beberapa minggu terakhir telah ada ratusan serangan udara di sekitar Hodeidah Yaman, membahayakan kehidupan sekitar 150.000 anak-anak yang masih terperangkap di kota,” Kirolos menunjukkan, menyerukan untuk segera mengakhiri pertempuran sehingga tidak ada lagi warga yang terjebak.

Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara besar-besaran yang bertujuan untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan menopang pemerintah Yaman yang diperangi. Dalam beberapa pekan terakhir, tekanan internasional telah meningkat pada pihak yang bertikai di Yaman untuk mengakhiri perang.Menurut data PBB, lebih dari 10.000 orang telah tewas dalam perang, sementara lebih dari 11 persen penduduk negara itu mengungsi. (Seraamedia)

Ilusi, Solusi PBB

Telah terbukti bahwa solusi yang diberikan oleh PBB hanyalah sebuah ilusi, meskipun berbagai bantuan berupa makanan dan obat-obatan dikirimkan untuk Yaman namun itu hanyalah solusi parsial belaka. Hari ini penduduk Yaman bisa makan dan memperoleh kesehatan, tapi blum tentu keesokan harinya mereka masih bisa dijamin hidup.

BACA JUGA :   'Emak-emak' Ingin Prabowo - Titiek Soeharto Rujuk

Mengapa resolusi PBB tidak bisa diharapkan? Mari kita belajar dari sejarah bagaimana PBB mensolusi masalah konflik Palestina dan Israel. Keluarnya resolusi PBB ditentukan oleh sikap negara pemilik hak Veto terutama AS.

Selama ini banyak resolusi terhadap Israel yang kandas karena diveto AS termasuk resolusi terhadap Israel atas invasi ke Gaza yang menewaskan lebih dari 1300 orang termasuk banyak diantaranya wanita, anak-anak dan orang tua.

Tercatat sejak tahun 1972 sampai tahun 2009, sudah lebih dari 68 resolusi PBB yang berhubungan dengan eksistensi israel di Palestina diveto Amerika. Ini belum termasuk resolusi setelah tahun tersebut plus resolusi terakhir saat israel melancarkan agresinya di gaza.

Artinya, sebuah aktivitas yang sia-sia ketika berharap kepada PBB, termasuk di dalamnya keinginan untuk menjadi anggota PBB. Jika masalah Palestina saja PBB tak mampu mengatasinya, maka sudah dipastikan masalah Yaman pun tak bisa diselesaikan.

Khilafah Untuk Yaman

Solusi hakiki untuk masalah Yaman haruslah bersandar pada syariah. Masalah Yaman adalah masalah Islam dan seluruh kaum Muslim. Penyelesaian tuntas masalah Yaman tidak lain adalah dengan mewujudkan kekuasaan Islam yang berlandaskan akidah dan syariah Islam. Itulah Khilafah Islam yang mengikuti manhaj kenabian. Khilafahlah, sebagai satu-satunya pelindung umat yang hakiki, yang akan melancarkan jihad terhadap siapa saja yang memusuhi Islam dan kaum Muslim.

Tentu dengan kekuatan jihad pula Khilafah akan sanggup mengusir para penjajah dan musuh-musuh Islam.Dengan membaca QS al-Isra’ [17]: 4-8, kita bisa memahami bahwa Yahudi hanya dapat dikalahkan dengan “hamba-hamba Allah yang memiliki kekuatan besar”. Kekuatan besar itulah Khilafah. Dengan Khilafahlah  para penjajah pasti bisa dikalahkan.

Jadi benarlah solusi tuntas hanya Khilafah Islamiyahlah yang dapat menyelesaikan masalah Yaman ini dan juga masalah kaum Muslim lainnya sampai ke akar-akarnya. Oleh karena itu, wahai kaum Muslim, kita harus berupaya menyelesaikan masalah Yaman ini sampai ke akar-akarnya. Untuk itu, Allah mewajibkan kita untuk menegakkan Khilafah Islamiyah.

BACA JUGA :   1604 Honorer Koltim Terima SK, Gaji Naik Dibayar Perbulan

Upaya kita menegakkan Khilafah Islamiyah adalah upaya kita menyelesaikan seluruh masalah kaum Muslim sejak dari akarnya sekaligus sebagai jawaban kita atas seruan Allah dan Rasulnya. Maukah kita menjadi bagian orang-orang yang menjawab dan menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya?

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian pada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian (QS al-Anfâl [8]: 24).

Sungguh saat ini kita butuh khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Khalifah lah yang akan menjadi perisai umat. Yang akan melindungi umat dari kepungan musuh yang haus darah. Umat tanpa Khilafah akan seperti anak anak ayam yang terlepas dari induknya.

Terpecah-pecah. Kocar-kacir dan tak memiliki kekuatan. Maka saatnya umat islam di seluruh dunia bersatu dalam naungan khilafah. Bersatu melawan si penjajah dan penjarah wilayah. Wallahu A’lam Bish-Shawwab..

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co