Zahra Korban Dugaan Malpraktek Klinik Azalia Masih Koma

Ketgam : Zahra bayi 5 bulan yang masih terbaring diruangan ICU RSUD Konawe Minggu, (12/11/2017)/Foto : Januddin Kalosara News
Ketgam : Zahra bayi 5 bulan yang masih terbaring diruangan ICU RSUD Konawe Minggu, (12/11/2017)/Foto : Januddin Kalosara News

KABUPATEN KONAWE – SULAWESI TENGGARA

KALOSARA NEWS : Kondisi  Zahra bayi dugaan malpraktek pihak Klinik Azalia hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Konawe.

Di kunjungi di ruangan Intensive Care Unit (ICU) RSUD Konawe Minggu, (12/11/2017) malam, anak yang baru berumur lima bulan itu belum juga sadarkan diri atau masih koma.

Menurut pantaun wartawan Kalosara News, sejumlah peralatan medis masih melekat di tubuh anak dari pasangan suami isteri Andri Suhendra (25) dan Asriatin (27).

Kedua orang tua Zahra yang sementara menjaga di ruangan ICU belum mau bicara soal kejadian yang menimpah anak mereka pada saat di rawat di Klinik Azalia Jumat (10/11/2017) malam lalu.   

Sutia yang merupakan nenek korban, saat ditemui di luar ruangan ICU mengaku bilah cucunya belum ada perubahan sejak di rujuk dari Klinik Azalia pada malam kejadian.  “Keberadaan Zahra belum ada perubahan sejak dari Klinik.” Kata Sutia sambil mengusap wajahnya.

Ketgam : Zahra bayi 5 bulan yang masih terbaring diruangan ICU RSUD Konawe Minggu, (12/11/2017)/Foto : Januddin Kalosara News
Ketgam : Zahra bayi 5 bulan yang masih terbaring diruangan ICU RSUD Konawe Minggu, (12/11/2017)/Foto : Januddin Kalosara News

Bukan hanya itu, kata Sutia,  bahkan dari pihak Klinik Azalia pun belum mengunjungi mereka di RSUD Konawe. “Pihak klinik belum ada yang datang untuk melihat keberadaan zahra (korban-red) selain dari dokter yang menangani di rumah sakit.” Terang Sutia saat ditemui wartawan Kalosara News di RSUD Konawe Minggu, (12/11/2017) malam sekira pukul 08 : 35 wita.

 

BERITA TERKAIT :

 

  • Klinik Azalia Diduga Malpraktik , Zahra Mengalami Kejang-kejang

 

Dengan kejadian itu, Sutia berharap, agar Klinik Azalia lebih perduli terhadap pasien, ” kalau ada pasien yang masuk jangan dilayani untuk memberikan obat atau suntikan apa pun sebelum ada pemeriksaan terlebih dahulu dari pihak dokter,  apa lagi melayani pasien lewat via telpon seluler saja”

“Utamakan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap pasien agar jangan langsung  mendorong obat kedalam tubuh dengan menggunakan jarum suntik (injeksi-red) yang dapat merenggut nyawa seseorang apa lagi bayi yang masih berumur lima bulan ini. “ Tutup Sutia yang merupakan nenek korban

Reporter : Januddin

Editor : Redaksi

 

error: Hak Cipta dalam Undang-undang