Tangis Pecah di Wawotobi, Balita 2 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Perempatan

banner 120x600
DENGARKAN SUARA

Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan umum Wawotobi–Meluhu tepatnya di Kelurahan Lalosabila, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 12.20 WITA.

Peristiwa tersebut melibatkan sebuah Mobil Dump Truck Mitsubishi Fuso Colt Diesel DT 9660 AA dengan Mobil Honda Brio DW 1464 EZ.

Akibat kecelakaan tersebut, empat orang mengalami luka-luka dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Dzakira El Shofa Buburanda (2), penumpang Mobil Honda Brio. Korban mengalami luka robek pada kepala bagian atas, luka pada pipi kiri, serta patah pada kedua bahu sebelum akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Konawe.

Sementara pengemudi dump truck, Kisran (31), warga Desa Wawosanggula, Kecamatan Puriala, mengalami bengkak pada paha kiri dan sakit pada bagian dada.
Pengemudi Honda Brio, Dedof Indra Agung B. (35), warga Kelurahan Inolobunggadue, Kecamatan Unaaha, mengalami luka robek pada lutut kiri dan betis kiri.
Dua penumpang lainnya, yakni Indrimiarti Moita (30) mengalami sakit pada lengan kiri, sedangkan Rahmi Nursifa Moita (25) mengalami sakit pada paha kiri dan leher belakang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat Mobil Dump Truck Mitsubishi Fuso yang dikemudikan Kisran bergerak dari arah Meluhu menuju Wawotobi.

Saat memasuki perempatan, kendaraan tersebut menabrak bagian samping kiri Mobil Honda Brio yang bergerak dari arah Unaaha menuju Kendari.
Benturan keras mengakibatkan seluruh penumpang Mobil Honda Brio mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Kabupaten Konawe untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasat Lantas Polres Konawe IPTU Chaidir Akbar, S.IP. mengatakan pihak kepolisian telah mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, mencatat identitas saksi, menggambar sketsa TKP, serta mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan di Pos Lantas Polres Konawe.

Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta.