Manfaat Sirih dan Gambir dalam Pengobatan Tradisional Suku Tolaki

Publisher : Iksan Iskandar
Foto ilustrasi Manfaat Sirih dan Gambir dalam Pengobatan Tradisional Suku Tolaki dibuat oleh Kecerdasan Buatan (AI)
Foto ilustrasi Manfaat Sirih dan Gambir dalam Pengobatan Tradisional Suku Tolaki dibuat oleh Kecerdasan Buatan (AI)
banner 120x600
DENGARKAN SUARA

Sirih (Obite) merupakan salah satu tanaman yang sangat dikenal dalam kehidupan masyarakat tradisional suku Tolaki. Tanaman yang termasuk dalam marga piper dan suku piperaceae ini dikenal sebagai tanaman merambat yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Daun sirih sering dimanfaatkan dalam tradisi makan sirih pinang oleh masyarakat Tolaki. Selain sebagai bagian dari budaya, daun sirih juga memiliki khasiat sebagai obat tradisional.

Air perasan daun sirih dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti penyakit kelamin, keputihan, sakit gigi, batuk, dan asma.

Selain itu, air perasan daun sirih juga sering digunakan sebagai obat tetes untuk telinga yang luka. Rebusan daun sirih bahkan dimanfaatkan sebagai air pencuci tubuh bagi perempuan setelah melahirkan.

Dalam tradisi makan Owule (Tolaki) atau kapur sirih, terdapat pula bahan lain yang digunakan yaitu kapur sirih. Kapur sirih yang memiliki kandungan kalsium hidroksida (Ca(OH)₂) berfungsi sebagai bahan tambahan yang memiliki manfaat kesehatan.

Kapur ini sering digunakan untuk pengobatan luar, seperti menetralkan asam format pada sengatan atau gigitan serangga serta membantu mengurangi bau badan yang disebabkan oleh keringat.

Selain itu, terdapat pula gambir yang berasal dari tumbuhan menjalar dari suku rubiaceae. Gambir memiliki daun berbentuk membundar atau lonjong dengan permukaan yang halus, serta bunga berwarna kelabu berbentuk tabung.

Tanaman ini juga memiliki berbagai manfaat dalam pengobatan tradisional suku Tolaki. Kandungan zat pada gambir dipercaya dapat membantu mengobati luka bakar, penyakit kulit seperti kudis, serta mencegah penyakit diare dan disentri. Bahkan, gambir juga digunakan untuk membantu menyembuhkan luka pada kerongkongan.

Dengan berbagai manfaat tersebut, sirih dan gambir menjadi bukti bahwa tanaman tradisional memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat Suku Tolaki sejak dahulu hingga sekarang.

Sedangkang cara meramu obat-obatan sangat sederhana. Pada umumnya tumbuhan yang akan dijadikan obat direbus akar atau daunnya, lalu rebusannya diminum sebagai obat.

Di kalangan suku Tolaki untuk mengobati penyakit perut adalah minum air rebusan daun jambu biji.

Caranya ialah: daun jambu biji diambil secukupnya kemudian daun jambu itu direbus atau dimasak sampai mendidih. Air rebusan daun jambu biji itu lalu diberikan kepada orang yang menderita sakit perut atau mencret.

Untuk menghilangkan penyakit malaria, obatnya adalah minum air rebusan daun atau akar pepaya. Demikianlah beberapa cara meramu obat-obatan dari berbagai tumbuh-tumbuhan untuk mengobati penyakit. Hasil ramuan obat-obatan semata-mata untuk mengobati berbagai penyakit, baik penyakit dalam maupun penyakit luar.

Tumbuh-tumbuhan yang biasa dijadikan obat ialah kulit ketapang, akar kelapa dan daun perawas merupakan ramuan obat berak darah/maag. Paria, kulit pohon langsat, akar dan daun pepaya dapat dipergunakan sebagai obat malaria.

Akar wunga dara (Tolaki) dijadikan obat kulit (kulit dua) dan pohon jarak dijadikan obat luka. Isi kemiri yang dibakar dapat dipergunakan untuk mengobati bisul (opiho). Biji terung hutan biasa dijadikan obat gigi. (Sumber : Sejarah dan Budaya Masyarakat Tolaki di Konawe)