Kondisi jalan penghubung antara Kabupaten Konawe dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) di jalan poros Kecamatan Puriala dan Kecamatan Angata yang mengalami rusak parah kembali menjadi sorotan masyarakat. Jalan yang menjadi akses vital penghubung dua wilayah tersebut dikeluhkan warga karena berlubang, berlumpur saat hujan, serta membahayakan pengendara.
Kerusakan jalan tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, hingga akses pendidikan dan kesehatan masyarakat di sejumlah desa yang berada di jalur tersebut.
Saat dimintai tanggapan terkait kondisi jalan tersebut, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka yang akrab disapa ASR, enggan memberikan komentar. Ia memilih tidak berbicara mengenai persoalan itu ketika ditemui usai menghadiri Upacara HUT ke 66 Kabupaten Konawe di pelataran kantor Bupati Konawe. Selasa, 03 Maret 2026, Sore.
Sikap irit bicara orang nomor satu di Sulawesi Tenggara tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Pasalnya, perbaikan infrastruktur jalan penghubung antar kabupaten menjadi kewenangan provinsi yang dinilai mendesak untuk segera ditangani.
Sejumlah warga berharap Pemerintah Provinsi Sultra segera turun tangan memperbaiki ruas jalan tersebut agar aktivitas masyarakat kembali normal dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
“Panjangnya hampir 12 kilo, kami juga sudah di janji untuk perbaiki, waktu kami tutup jalan di Kecamatan Lambuya tempo hari, ” tutup Rekis yang merupakan tokoh Pemuda Kecamatan Puriala
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai jadwal perbaikan ataupun alokasi anggaran untuk penanganan jalan penghubung Konawe–Konsel tersebut.
Padahal jalan yang rusak itu mencapai 12 Kilometer serta telah berlangsung lama. Adapun desa yang terkena dampak adalah, Desa Sonay, Kelurahan Watundehoa, Desa Tetahala,Puriala, Tetewatu, Unggulino, Poanaha, Mokaleleo dan Wawosamggula
Sementara itu, beberapa waktu lalu pihak PT MCM perusahaan nikel telah mengaspal sebagaian jalan penghubung tersebut, dari Desa Meraka, Kecamatan Lambuya dan finish di Desa Wonua Morome, Kecamatan Puriala total kurang lebih 9 kilometer.
