Pemkab Konawe Bakal Mengirim Beras 15.000 Ton ke Sejumlah Daerah di Indonesia

Avatar
banner 120x600
DENGARKAN SUARA

Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara akan mengirim sebanyak 15.000 ton beras ke berbagai daerah di Indonesia. Pengiriman beras tersebut setelah pihak Pemkab Konawe menghitung pasokan beras yang surplus 15 persen di tahun 2025

Ditahap awal ini, Pemkab Konawe mengirim ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebanyak 2.000 ton beras

 

Sinergi antara Pemkab Konawe dan Perum Bulog menjadi simbol kekuatan produksi pangan daerah. Kabupaten Konawe kembali menunjukkan posisinya sebagai lumbung padi Sulawesi Tenggara (Sultra)

 

Sekretaris Daerah (Sekda), Dr. Ferdinand, SP, MH, menegaskan bahwa pengiriman ini merupakan agenda nasional Bulog dari Konawe, menuju berbagai wilayah Indonesia.

 

Ia menekankan bahwa kondisi pangan di Konawe saat ini berada dalam posisi aman dan surplus, khususnya untuk komoditas beras. Distribusi ini dilakukan berdasarkan perhitungan produksi dan kebutuhan daerah. Stok Konawe tetap aman.

 

Berdasarkan data produksi, sepanjang tahun 2025 produksi beras di Konawe meningkat sekitar 15 persen dibanding tahun sebelumnya. Surplus inilah yang menjadi dasar utama pengiriman beras ke daerah-daerah yang membutuhkan pasokan tambahan.

 

Pada tahap awal 2026, sebanyak 2.000 ton beras diberangkatkan dari total rencana distribusi sekitar 15.000 ton. Beras tersebut akan dikirim ke berbagai wilayah, antara lain Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Ambon, serta sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara. Distribusi ini merupakan tindak lanjut atas permintaan dan arahan langsung pemerintah pusat.

 

 

“Pengiriman beras tidak akan mengganggu kebutuhan masyarakat lokal. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema pengamanan stok agar kebutuhan pangan Konawe tetap terjaga hingga musim panen berikutnya,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Bulog KC Unaaha, Muhammad Abdan Djarmin, S.E., M.M., Ak, menjelaskan bahwa percepatan distribusi menjadi fokus utama Bulog saat ini.

 

“Kami melakukan percepatan pengiriman, khususnya ke Sulawesi Utara, agar tidak mengganggu agenda nasional dan persiapan panen raya bulan Maret dan April,” jelasnya.

 

Ia menyebut, jika target distribusi 15.000 ton dapat dituntaskan hingga akhir Februari, maka akan tersedia tambahan kapasitas gudang sebesar 15.000 ton. Kapasitas ini akan dimanfaatkan untuk menampung hasil panen petani Konawe pada Maret dan April mendatang.

 

Tak hanya unggul dari sisi volume, beras Konawe juga mulai menembus pasar nasional dari sisi kualitas. Bulog mencatat, beras premium hasil pengolahan dari Konawe telah dikirim ke berbagai daerah.

 

Capaian tersebut merupakan buah kolaborasi antara pemerintah daerah, Bulog, dan para petani. Pemerintah Kabupaten Konawe pun memberikan apresiasi atas kinerja Bulog dalam menjaga stabilitas harga serta memaksimalkan penyerapan gabah petani.

 

Dengan pengiriman ribuan ton beras ini, Konawe kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung pangan di Indonesia bagian timur. Dari sawah petani hingga gudang Bulog, dari Konawe menuju berbagai daerah, beras bukan hanya komoditas, tetapi simbol kekuatan pangan bangsa. (***)